Me and Self Injury

Postingan saya kali ini akan membahas mengenai self injury atau melukai diri sendiri.  Mungkin ada yang bertanya, apa itu self injury? Self injury adalah ya seperti namanya🙂 suatu tindakan yang menyakiti dirinya sendiri baik itu dengan cara memukul, membenturkan, mencakar, mengigit bahkan ada yang sampai menyayat dirinya dengan benda tajam, agak ngeri kan?

Terkadang ada orang yang menganggap bahwa tindakan ini dilakukan oleh pelakunya untuk mencari perhatian semata. Sedangkan dalam kenyataannya, banyak pelaku self injury yang sangat menyadari keberadaan luka pada tubuh mereka dan umumnya mereka berusaha menyembunyikannya dari orang lain. Jika dipertanyakan oleh orang lain bagaimana mereka memperoleh luka-luka tersebut maka biasanya mereka menjawab bahwa luka-luka tersebut diperoleh dengan cara lain misalnya saja kecelakaan dan biasanya mereka menyembunyikannya luka tersebut.

Seperti dikutip dari BBCNews, Jumat (19/3/2010) ada beberapa hal yang diduga bisa menjadi penyebab orang suka melukai dirinya sendiri, yaitu:

  1. Merasa putus asa mengenai suatu masalah dan tidak tahu ke mana harus mencari bantuan. Hal ini akan membuat seseorang terjebak dan tidak berdaya, sehingga dengan menyakiti diri sendiri akan membuat orang tersebut merasa lebih terkontrol.
  2. Perasaan marah atau tegang yang rasanya seperti mau meledak. Hal ini membuat ia berpikir dengan merugikan diri sendiri dapat mengurangi ketegangan yang ada.
  3. Perasaan bersalah atau malu yang tidak tertahankan. Menyakiti diri sendiri menjadi caranya untuk menghukum dirinya.
  4. Merasa terpisah antara dunia dan tubuhnya. Menyakiti diri sendiri bisa menjadi cara untuk mengatasi pengalaman yang menyedihkan seperti trauma atau pelecehan dan juga menghindari rasa sakit dari memori yang ada.

Perawatan yang bisa diberikan untuk orang dengan gangguan mental ini adalah membantunya berbicara sehingga tidak merasa sendiri. Pertolongan juga bisa dilakukan dengan memasukkannya ke dalam supprot group dimana orang-orang memiliki masalah yang sama dengannya, sehingga dukungan dan saran yang diberikan akan sangat membantu. Selain itu dilakukan terapi perilaku kognitif dan psikoterapi psikodinamik.

Jika dorongan untuk menyakiti diri sendiri datang, maka cobalah untuk rileks dan memusatkan pikiran pada hal-hal lain yang lebih menyenangkan. Mencari cara lain untuk mengungkapkan perasaan seperti menggambar, menulis semua hal yang dirasakan atau melakukan pemijatan serta berilah pikiran positif untuk tidak ingin melukai diri sendiri lagi.

Jika orang yang dekat dengan Anda memiliki gangguan mental self injury, maka bisa dilakukan beberapa cara untuk membantunya yaitu:

  • Mencoba mendengarkan permasalahannya tanpa bersikap kritis tapi cukup dengarkan saja.
  • Cobalah untuk mengerti perasaannya dan kemudian mengalihkan pembicaraan ke hal-hal lain.
  • Membantu mereka berpikir bahwa melukai diri sendiri bukanlah suatu rahasia yang memalukan, tapi sebagai masalah yang harus diselesaikan.

 

Categories: cuap-cuap | Tags: , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: