Kok Bisa Sih Ada Racun Di Dalam Tubuh Kita?

Bismillah…

Postingan sebelumnya kita telah membahas mengenai PENTINGNYA DETOKSIFIKASI. Berdasarkan postingan yang telah lalu tersebut dapat disimpulkan bahwa detoksifikasi sangatlah penting untuk mencegah penyakit, mengistirahatkan organ tubuh, membersihkan bagian dalam tubuh, membersihkan jerawat, bahkan memperlambat proses penuaan. Semua hal tersebut dapat dirasakan oleh tubuh kita melalui detoksifikasi, yaitu proses pengeluaran atau pelarutan racun/toksin dan zat berbahaya lainnya dari dalam tubuh atau anggota tubuh yang lain. Pertanyaannya sekarang kok bisa sih ada racun/toksin di dalam tubuh kita? Pertanyaan tersebut merupakan inti yang akan kita bicarakan dalam postingan kali ini. So lets talk about toxin ^^

Toksin sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu toxicon yang berarti racun. Toksin merupakan substansi kimia maupun organik yang asing bagi tubuh manusia dan dapat membahayakan kesehatan. Segala sesuatu yang bukan merupakan bagian alami dari tubuh perlu dieliminasi atau dikeluarkan. Toksin dibedakan menjadi dua jenis yaitu toksin internal dan toksin eksternal.

  1. Toksin internal merupakan toksin yang berasal dari proses yang terjadi di dalam tubuh manusia, salah satu contohnya adalah substansi hasil pencernaan makanan yang kemudian diuraikan oleh hati.
  2. Toksin eksternal adalah toksin yang berasal dari lingkungan luar tubuh manusia dan masuk melalui perantara udara, makanan, dan minuman.

Tubuh manusia telah diperlengkapi dengan sistem eliminasi toksin melalui organ hati, ginjal, paru-paru, kulit, dan sistem imun. Namun pada era modern dengan berbagai polutan dan radikal bebas yang ada di alam, faktor stres, konstipasi, dan penyakit sistemik kronik lainnya, jumlah paparan toksin dapat melampaui kecepatan eliminasi produk toksin. Timbunan toksin di dalam tubuh dapat menyebabkan berbagai gejala mulai dari yang ringan seperti kelemahan, lesu, pusing, mual, muntah, penurunan sistem imun, sampai kepada penyakit sistem saraf akibat timbunan logam berat, dan kanker akibat mutasi DNA sel tubuh oleh substansi-substansi teratogenik.

Polusi udara dan air juga menyebabkan banyak masalah. Asap dari cerobong pabrik atau asap kendaraan dari knalpot, masak gas dan air pipa berklorin, yang akan menambah kandungan toksin di tubuh kita. Kebiasaan merokok dan minum-minuman keras, juga bisa menyebabkan semakin menumpuknya toksin dalam tubuh.Perlu untuk diketahui pada saat kita mengkonsumsi makanan, tubuh akan mengaktifkan metabolisme untuk menghasilkan darah baru dan sel-sel baru. Makanan ditelan melalui kerongkongan, kemudian dicerna dan diserap oleh perut dan usus kecil. Bagian yang mengandung zat yang berguna akan tetap berada di dalam tubuh dan sisa-sisanya akan dibuang. Beberapa sisa-sisa makanan tidak dapat diserap melalui dinding perut dan usus sehingga menumpuk di dalam dinding usus, seperti proses pengendapan kotoran di dalam pipa air. Jika sisa-sisa makanan tersebut tidak bergerak dalam waktu lama, maka akan terjadi proses fermentasi yang menjadikan bakteri di dalam usus berlipat ganda dan aktif. Akibatnya, tubuh kita akan merasa tidak nyaman dan menderita berbagai penyakit yang tidak diketahui sebabnya.

Beberapa sisa makanan bertoksin akan dibuang melalui ginjal, usus dan kandungan, atau dikeluarkan sebagai keringat. Namun, masih banyak elemen bertoksin yang melekat pada sel, organ, kelenjar urat nadi dan pembuluh darah, dan beredar di dalam darah. Unsur-unsur bertoksin ini tidak mudah dihilangkan.

Bayangkan kalau didalam tubuh kita banyak toksin menumpuk, kita tidak mau kan menjadi kumpulan toksin berjalan ^^, sampah di rumah saja kalau sudah menumpuk harus dibuang apalagi dengan toksin yang ada dalam tubuh kita jauh lebih bagi kita untuk membuangnya. Cara membuang toksin bagaimana? Caranya yaitu dengan detoksifikasi. Agar toksin di dalam tubuh yang bisa menyebabkan beberapa masalah tidak menumpuk, maka diperlukan detokfikasi dari dalam tubuh, diantaranya dengan cara berikut:

  • Mengonsumsi air yang cukup. Karena air bisa membersihkan sistem tubuh dan menghilangkan racun melalui keringat atau urin serta membuat seseorang tetap terhidrasi.
  • Mengonsumsi sayur dan buah yang mengandung serat sehingga membantu proses pencernaan dan pengeluaran racun dari dalam tubuh.
  • Menghindari konsumsi alkohol, merokok serta minuman berkafein, karena bisa meningkatkan kadar racun di dalam tubuh.

Selain cara-cara di atas, ada cara lain untuk melakukan detoksifikasi yaitu dengan herbal, salah satunya dengan mengonsumsi kapsul exitox setiap hari.

Kapsul exitox adalah ramuan ekstrak herbal pilihan yang terbuat dari kunyit, katuk, pegagan, sambiloto dan manggis yang memiliki fungsi melalukan detokfikasi, yaitu membersihkan tubuh dari racun/toksin/zat berbahaya yang menjadi penyebab berbagai macam penyakit.

Exitox bekerja dengan cara menyerap toksin/racun yang ada pada organ-organ tubuh maupun pembuluh darah lalu mengeluarkannya melalui feses, urin dan keringat. Dengan dibersihkannya racun dalam tubuh, maka organ-organ tubuh yang tadinya terganggu karena toksin/racun akan dapat berfungsi kembali dan bekerja dengan baik.

Jadi, jangan biarkan racun terus bertumpuk di dalam tubuh segera lakukan detoksifikasi ^^

Exitox, Kapsul Detox

Referensi:

http://www.tanyadok.com/kesehatan/detoksifikasi-cara-cantik-sehat-dan-alami

Categories: cuap-cuap, Info | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

Navigasi pos

One thought on “Kok Bisa Sih Ada Racun Di Dalam Tubuh Kita?

  1. Ping-balik: Detoksifikasi, Pentingkah? | Catatan Khaerunnisaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: